Langsung ke konten utama

Daftar Kepala Negara Atjeh dari tahun 1500 sampai sekarang

1.         Ali Mughayat Shah (1500-1530)

2          Salahuddin (1530-1537)
3.         Alauddin Riayat Shah al Kahhar (1537-1571)A
4.         Ali Riayat Shah (1571-1579)
5.         Sultan Muda (1579)
6.         Sultan Sri Alam (1579)
7.         Zainul Abidin (1579)
8.         Alauddin Mansur Shah (1579-1586)
9.         Ali Riayat Shah (1586-188)
10.       Alauddin Riayat Shah (1588-1604)
11.       Ali Riayat Shah (1604-607)
12.       Iskandar Muda 1607-1636
13.       Iskandar Thani (1636-1641)
14.       Tadjul Alam Safiatuddin (1641-1675)
15.       Nurut Alam Nakiyatuddin (1675-1678)
16.       Inayat Shah Zakiyatuddin (1678-1688)
17.       Kamalat Shah (1688-1699)
18.       Badr al-Alam Sjarif Hasjem Djamaluddin (1699-1702)
19.       Perkasa Alam Sjarif Lamtui b. Sjarif Ibrahim (1702-1703)
20.       Djamalul Alam Badrul Munir 1703-1726)
21.       Djawhar Alam Amaluddin Shah (reigned only a few days)
22.       Sjamsul Alam or Wan di Teubeng (reigned only a few days)
23.       Alauddin Ahmad Shah or Maharadja Lela Melayu (1727-1735)
24.       Alauddin Djohan Shah (1735-1760)
25.       Mahmud Shah or Tuanku Radja (1760-1764)
26.       Badruddin (1764-1773)
27.       Sulaiman Shah or Radja Udahna Lela (1773-1781)
28.       Alauddin Muhammad Shah (1781-1795)
29.       Alauddin Djauhar Alam Shah (1795-1824)
30.       Muhammad Shah (1824-1836)
31.       Mansur Shah (1836-1870)
32.       Mahmud Shah (1870-1874)
33.       Muhammad Dawud Shah (1874)
34.       Muhammad Saman di Tiro (1874-1891}           (Died in the war with Holland)
35.      
Muhammad Amin di Tiro (1891-1896)                                       - ditto-­
36.       Ubaidullah di Tiro (1896-1899)                                                    - dito -
37.       Sulaiman di Tiro or Tengku Lambada (1899-1904)               - ditto -
38.       Muhammad Ali Zainul Abidin di Tiro (1904-1910)                  - ditto -
39        Mahyeddin di Tiro (1910)                                                             -ditto­-
40.       Maát di Tiro (1911)                                                                         - ditto-
41.       Hasan di Tiro (1976 -
3-juni-2010)

 

42.       ??????????????.......

Komentar

  1. Temukan berbagai macam informasi wisata yang ada di Indonesia beserta makna/arti/cerita tentang wisata tersebut yang ada di indonesia
    Dan juga artikel-artikel tentang wisata di wisataIndonesiaraya.com dan like page facebook wisataIndonesiaraya.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARIM TIRO, SOSOK YANG MISTERIUS

Bagi masyarakat Aceh, sosok Karim Michel Tiro (selanjutnya disebut Karim saja) kalah populer dibanding ayahnya, Teungku Hasan Muhammad di Tiro (selanjutnya disebut Tiro). Selama puluhan tahun, namanya hanya disebutkan secara terbatas, itu pun hanya di kalangan GAM saja. Pun begitu, Tiro, ayahnya, sering menyebut namanya, baik dalam pidato maupun dalam tulisan. Dalam The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro , nama anak semata wayangnya disebut berkali-kali, bahkan dengan bangga. Iya, kini sepeninggalan Tiro, nama Karim mencuat ke permukaan: Setidaknya, ada dua sebab: karena orang-orang pada penasaran; juga karena mereka kecewa. Penasaran karena, selama puluhan tahun masyarakat tak pernah melihat sosoknya secara langsung dan nyata. Foto dirinya juga terbatas, termasuk arsip di internet. Kisah tentangnya begitu tertutup dan misterius, kecuali beberapa dokumen dari Universitas tempatnya mengabdikan diri sebagai asisten profesor ilmu sejarah ...

Mengenal Malik Mahmud, Sang Pemangku Wali (1)

Malik Khaidir Mahmud.  Demikianlah nama asli beliau. Seorang tokoh elit eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dikenal dekat dengan Wali Nanggroe, Hasan Tiro. Tokoh yang satu ini memang sungguh unik, tertutup dan sangat berhati-hati dalam berbagai isu yang menyangkut akan latar belakang dan riwayat hidupnya. Sehingga tidak diperoleh catatan yang jelas apa dan siapa Malik Mahmud tersebut. Sementara itu, arah politik Aceh pasca penandatanganan MoU Helsinki, menjadikan tokoh ini begitu populer sebagai Perdana Menteri GAM yang “berhasil” membawa perdamaian ke Aceh melalui jalur politik. Hingga saat ini, tidak ada catatan yang jelas mengenai siapa sebenarnya Malik Mahmud ini. Dari mana ia berasal, kompetensinya dalam karir yang digelutinya selama ini, catatan pendidikan dan pengalaman pekerjaan, keluarga, anak dan istri serta hal-hal lain yang terasa gelap bagi masyarakat Aceh tentang sosok yang disebut-sebut akan menjadi figure pemersatu bagi rakyat Aceh. Riwayat Keh...

Kronologi peristiwa penting di Aceh

Berikut ini adalah kronologi kejadian penting Aceh   4 Desember 1976:   Sekelompok tokoh masyarakat membentuk "Gerakan Aceh Merdeka" (GAM), atau Gerakan Aceh Merdeka, yang dipimpin oleh Hasan Tiro, keturunan sultan-sultan Aceh, dan menyatakan kemerdekaan.   1989 - Agustus 1998:  Presiden Soeharto memberlakukan Daerah Operasi Militer, yang dikenal sebagai DOM dengan akronim bahasa Indonesia, untuk menghancurkan pemberontakan di Aceh.   7 Agustus 1998:  Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Wiranto Kepala berakhir status DOM di Aceh tiga bulan setelah Soeharto lengser dan digantikan oleh wakilnya Bacharuddin Jusuf Habibie.   Maret 1999: Presiden Habibie mengunjungi Aceh dan meminta maaf karena kekejaman yang dilakukan oleh militer, menjanjikan pembebasan tahanan politik di provinsi ini.   22 September 1999:  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sahkan UU otonomi khusus Aceh, yang memberikan provinsi denga...