Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label LUANA

Mesir dan mitos kejatuhan Presiden RI

    Hubungan antara Indonesia dengan Mesir ibarat pepatah 'jauh di mata dekat di hati'. Meskipun dipisahkan jarak yang sangat jauh, hubungan harmonis keduanya tetap terjalin sejak Indonesia merdeka hingga kini. Hubungan baik Indonesia dengan Mesir terjalin lantaran negara piramida itu adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Tak heran seluruh Presiden RI sejak Soekarno hingga SBY pernah berkunjung ke Mesir. Hari ini pun Presiden SBY bertolak dari Madinah menuju Kairo, Mesir. SBY akan menghadiri KTT OKI di negara yang terkenal dengan patung spink itu. Namun di antara para Presiden RI yang pernah berkunjung, Soekarno lah yang paling sering dan paling populer di kalangan rakyat Mesir. Namun kunjungan Presiden RI ke Mesir juga dibayang-bayangi mitos lengser keprabon. Benarkah? Presiden Soekarno tercatat presiden paling sering bertandang ke Mesir. Menurut buku ...

MEMAHAMI HITLER DI BALIK KASUS ISRAEL

Memahami Hitler di Balik Kasus Israel illustrasi: library.thinkquest.org BANYAK yang mengatakan Hitler adalah manusia keji. Saat  berkuasa, hingga nyaris berakhirnya Perang Dunia II, daratan Eropa disebut-sebut menjadi ajang pembantaian massal ( holocaust ) terhadap kaum Yahudi yang melenyapkan jutaan jiwa. Akan tetapi setelah PD II usai,   Israel sebagai negara yang didirikan atas inisiatif Amerika Serikat untuk menampung kaum Yahudi korban perang, justru sepertinya menjadi momok yang lebih keji dibanding Hitler itu sendiri. Diakui atau tidak, orang Yahudi adalah “bangsa pilihan”. Mereka tak hanya terkenal karena ulet dan rajin, tapi juga jenius. Konon inilah yang membuat Hitler ketar-ketir. Ia menyadari bahwa kaum ini tidak saja dapat menghambat keinginannya mengusai dunia kala itu, tetapi juga akan mengancam dunia di masa depan. Dan boleh jadi inilah substansi ...

'Operasi Ababil': Hacker Muslim targetkan Serang Bank America

DUBAI -- Sebuah kelompok Islam, Selasa (25/9) dikabarkan akan melakukan serangkaian serangan terhadap perbankan Amerika Serikat sebagai target utama. Peringatan itu disampaikan Search for International Terrrorist Entities (SITE) Inteligence Group menyusul serangan-serangan serupa pada pekan lalu sebagai tanggapan terhadap film anti-Islam. Dalam sebuah pernyataannya, sebuah grup hacker menyebut dirinya "Cyber Fighters of Izz al-Din al-Qassam" mengatakan mereka berencana menyerang situs milik bank Wells Fargo pada Selasa, lalu US Bank pada Rabu (26/9) hari ini dan PNC Bank untuk target kamis, masih menurut laporan SITE. Pekan lalu, sejumlah situs milik bank-bank grup Chase (berafiliasi dengan JPMorgan Chase) dan Bank of Amerika menderita gangguan serius diduga akibat serangan siber setelah muncul ancaman terhadap mereka juga dari grup yang sama. "Operasi Ababil dimulai dengan Bank Of Amerika, Tahap kedua adalah serangan terhadap bank terb...

"Jangan Ganggu Nabi Kami!"

NEW YORK - Protes menentang film "Innocent of Muslims" di Pakistan berkembang menjadi demonstrasi berujung kekerasan. Duta Besar Pakistan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdullah Hussain Haroon memiliki pendapatnya sendiri mengenai aksi kekerasan tersebut. Jumat (21/9/2012), Pemerintah Pakistan menyatakan hari libur nasional bagi warganya. Hari itu dianggap sebagai "Day of Love for the Prophet" atau "Hari Cinta kepada Nabi". Meski pihak keamanan mendesak agar warga tidak melakukan protes dengan kekerasan, namun pada akhirnya 19 warga dilaporkan tewas dalam protes tersebut. Ketika diwawancara oleh CBS News, Dubes Abdullah Hussain Haroon memiliki jawaban agar aksi protes berhenti. Ini termasuk pula dengan protes di beberapa negara lain, yang mengincar misi diplomatik Amerika Serikat (AS) sebagai target protes mereka. "Jangan Ganggu Nabi Kami, hanya jangan ganggu Nabi kami. Apakah hal itu terlalu berlebihan untuk di...

Buntut Film Hina Nabi, 370 Situs Israel Di acak - acak Hacker

TEHERAN - Sebuah komunitas hacker asal Iran meretas ratusan situs yang berbasis di Israel. Serangan hacker ini dilancarkan sebagai bentuk protes terhadap film anti-Islam Innocence of Muslims atas penghinaan pada Nabi oleh media barat. Komunitas yang mengatasnamakan diri sebagai The DataCoders Security Team itu menyatakan telah meretas sekitar 370 situs komersial, pertahanan, ekonomi, dan provider internet Israel. Di antara situs-situs strategis yang diretas adalah suplier dan importir produk-produk sistem pertahan, Ono Security. Selain itu, tim juga meretas Israel Special Security Project (ISSP) dan Teva Bank. Innocence of Muslims yang diproduksi di Amerika Serikat diduga didanai oleh donatur-donatur Zionis Israel. Produser film, Sam Bacile, mengaku dirinya mendapatkan dana sekitar lima juta dolar AS dari para donatur tersebut. *Sumber:presstv/rol Read more: http://www.atjehcyber.net/2012/09/buntut-film-hina-nabi-370-situs-israel.html#ixzz27Rswsdm4

Eks Boss Mossad: Serang Iran Itu Bodoh!

WASHINGTON - Mantan pemimpin Mossad, dinas rahasia Israel, menilai serangan terhadap Iran merupakan "hal paling bodoh". Berbicara dalam program televisi 60 Minutes di televisi CBS, Meir Dagan mengatakan, "Sebuah serangan ke Iran saat ini, sebelum melakukan semua pendekatan lain, bukanlah hal yang patut dilakukan." Dagan sendiri dituduh Iran menjadi orang di balik pengiriman pembunuh bayaran, virus komputer, dan penyebab kerusakan peralatan dalam upaya menghentikan program nuklir Iran. Namun tampaknya Dagan menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap negara yang menjadi musuh bebuyutan Israel itu. "Rezim di Iran sangatlah rasional," jawabnya tegas. Dia memberikan jawab sama ketika ditanya pendapatnya tentang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. "Jawabannya, ya. Memang tidak seperti pemikiran kita, namun saya rasa dia orang yang rasional." Ditanya apakah dia merasa bahwa rezim Iran mau mundur dari me...

Operasi Pembunuhan di Dubai

Dua tahun lalu, dunia dikejutkan oleh pembunuhan Mahmud al-Mabhuh, salah satu pendiri Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas). Ia tewas di tempatnya menginap, kamar 230 Hotel Al Bustan Rotana, Dubai, Uni Emirat Arab, 19 Januari. 2010. Hamas langsung menunjuk Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) sebagai dalangnya. Sekitar sepekan setelah Mabhuh terbunuh, seorang pejabat senior Hamas di Ibu Kota Damaskus, Suriah, menghubungi Kepala Kepolisian Dubai Letnan Jenderal Dhahi Khalfan Tamim untuk memberitahu korban adalah orang Hamas. Tamim malah memaki dan menuduh Hamas telah menjadikan Dubai medan tempur bagi spionase dan terorisme. “Kemasi diri, rekening bank, senjata, dan paspor palsu Anda, serta keluar dari negara saya,” kata Tamim seperti dikutip sejumlah sumber intelijen Eropa. Namun setelah mempelajari rekaman kamera CCTV (televisi sirkuit tertutup) dan data orang keluar masuk Dubai sebelum dan sesudah insiden itu, Kepolisian Dubai berkesimpu...