Langsung ke konten utama

Eks Boss Mossad: Serang Iran Itu Bodoh!


WASHINGTON - Mantan pemimpin Mossad, dinas rahasia Israel, menilai serangan terhadap Iran merupakan "hal paling bodoh".

Berbicara dalam program televisi 60 Minutes di televisi CBS, Meir Dagan mengatakan, "Sebuah serangan ke Iran saat ini, sebelum melakukan semua pendekatan lain, bukanlah hal yang patut dilakukan."

Dagan sendiri dituduh Iran menjadi orang di balik pengiriman pembunuh bayaran, virus komputer, dan penyebab kerusakan peralatan dalam upaya menghentikan program nuklir Iran.

Namun tampaknya Dagan menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap negara yang menjadi musuh bebuyutan Israel itu. "Rezim di Iran sangatlah rasional," jawabnya tegas.

Dia memberikan jawab sama ketika ditanya pendapatnya tentang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. "Jawabannya, ya. Memang tidak seperti pemikiran kita, namun saya rasa dia orang yang rasional."

Ditanya apakah dia merasa bahwa rezim Iran mau mundur dari meningkatnya krisis terkait program nuklir itu, Dagan menjawab, "Memang rezim Iran tidak rasional kalau berdasarkan apa yang saya sebut 'Pemikiran Barat', tapi tidak diragukan mereka (Iran) mempertimbangkan semua implikasi dari tindakan yang mereka ambil."

Jawaban Dagan itu bertolak belakang dengan pendapat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang tampil pada acara Meet The Press sebelumnya. Pada kesempatan itu Netanyahu mengatakan bahwa para pendukung kebijakan "mengakom

Read more: http://www.atjehcyber.net/2012/09/eks-boss-mossad-serang-iran-itu-bodoh.html#ixzz27Rqp03zx

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARIM TIRO, SOSOK YANG MISTERIUS

Bagi masyarakat Aceh, sosok Karim Michel Tiro (selanjutnya disebut Karim saja) kalah populer dibanding ayahnya, Teungku Hasan Muhammad di Tiro (selanjutnya disebut Tiro). Selama puluhan tahun, namanya hanya disebutkan secara terbatas, itu pun hanya di kalangan GAM saja. Pun begitu, Tiro, ayahnya, sering menyebut namanya, baik dalam pidato maupun dalam tulisan. Dalam The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro , nama anak semata wayangnya disebut berkali-kali, bahkan dengan bangga. Iya, kini sepeninggalan Tiro, nama Karim mencuat ke permukaan: Setidaknya, ada dua sebab: karena orang-orang pada penasaran; juga karena mereka kecewa. Penasaran karena, selama puluhan tahun masyarakat tak pernah melihat sosoknya secara langsung dan nyata. Foto dirinya juga terbatas, termasuk arsip di internet. Kisah tentangnya begitu tertutup dan misterius, kecuali beberapa dokumen dari Universitas tempatnya mengabdikan diri sebagai asisten profesor ilmu sejarah ...

Mengenal Malik Mahmud, Sang Pemangku Wali (1)

Malik Khaidir Mahmud.  Demikianlah nama asli beliau. Seorang tokoh elit eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dikenal dekat dengan Wali Nanggroe, Hasan Tiro. Tokoh yang satu ini memang sungguh unik, tertutup dan sangat berhati-hati dalam berbagai isu yang menyangkut akan latar belakang dan riwayat hidupnya. Sehingga tidak diperoleh catatan yang jelas apa dan siapa Malik Mahmud tersebut. Sementara itu, arah politik Aceh pasca penandatanganan MoU Helsinki, menjadikan tokoh ini begitu populer sebagai Perdana Menteri GAM yang “berhasil” membawa perdamaian ke Aceh melalui jalur politik. Hingga saat ini, tidak ada catatan yang jelas mengenai siapa sebenarnya Malik Mahmud ini. Dari mana ia berasal, kompetensinya dalam karir yang digelutinya selama ini, catatan pendidikan dan pengalaman pekerjaan, keluarga, anak dan istri serta hal-hal lain yang terasa gelap bagi masyarakat Aceh tentang sosok yang disebut-sebut akan menjadi figure pemersatu bagi rakyat Aceh. Riwayat Keh...

Kronologi peristiwa penting di Aceh

Berikut ini adalah kronologi kejadian penting Aceh   4 Desember 1976:   Sekelompok tokoh masyarakat membentuk "Gerakan Aceh Merdeka" (GAM), atau Gerakan Aceh Merdeka, yang dipimpin oleh Hasan Tiro, keturunan sultan-sultan Aceh, dan menyatakan kemerdekaan.   1989 - Agustus 1998:  Presiden Soeharto memberlakukan Daerah Operasi Militer, yang dikenal sebagai DOM dengan akronim bahasa Indonesia, untuk menghancurkan pemberontakan di Aceh.   7 Agustus 1998:  Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Wiranto Kepala berakhir status DOM di Aceh tiga bulan setelah Soeharto lengser dan digantikan oleh wakilnya Bacharuddin Jusuf Habibie.   Maret 1999: Presiden Habibie mengunjungi Aceh dan meminta maaf karena kekejaman yang dilakukan oleh militer, menjanjikan pembebasan tahanan politik di provinsi ini.   22 September 1999:  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sahkan UU otonomi khusus Aceh, yang memberikan provinsi denga...