Langsung ke konten utama

Buntut Film Hina Nabi, 370 Situs Israel Di acak - acak Hacker

File photo of a website hacked by the Iranian DataCoders Security Team

TEHERAN - Sebuah komunitas hacker asal Iran meretas ratusan situs yang berbasis di Israel. Serangan hacker ini dilancarkan sebagai bentuk protes terhadap film anti-Islam Innocence of Muslims atas penghinaan pada Nabi oleh media barat.

Komunitas yang mengatasnamakan diri sebagai The DataCoders Security Team itu menyatakan telah meretas sekitar 370 situs komersial, pertahanan, ekonomi, dan provider internet Israel. Di antara situs-situs strategis yang diretas adalah suplier dan importir produk-produk sistem pertahan, Ono Security.

Selain itu, tim juga meretas Israel Special Security Project (ISSP) dan Teva Bank. Innocence of Muslims yang diproduksi di Amerika Serikat diduga didanai oleh donatur-donatur Zionis Israel.

Produser film, Sam Bacile, mengaku dirinya mendapatkan dana sekitar lima juta dolar AS dari para donatur tersebut.

*Sumber:presstv/rol

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARIM TIRO, SOSOK YANG MISTERIUS

Bagi masyarakat Aceh, sosok Karim Michel Tiro (selanjutnya disebut Karim saja) kalah populer dibanding ayahnya, Teungku Hasan Muhammad di Tiro (selanjutnya disebut Tiro). Selama puluhan tahun, namanya hanya disebutkan secara terbatas, itu pun hanya di kalangan GAM saja. Pun begitu, Tiro, ayahnya, sering menyebut namanya, baik dalam pidato maupun dalam tulisan. Dalam The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro , nama anak semata wayangnya disebut berkali-kali, bahkan dengan bangga. Iya, kini sepeninggalan Tiro, nama Karim mencuat ke permukaan: Setidaknya, ada dua sebab: karena orang-orang pada penasaran; juga karena mereka kecewa. Penasaran karena, selama puluhan tahun masyarakat tak pernah melihat sosoknya secara langsung dan nyata. Foto dirinya juga terbatas, termasuk arsip di internet. Kisah tentangnya begitu tertutup dan misterius, kecuali beberapa dokumen dari Universitas tempatnya mengabdikan diri sebagai asisten profesor ilmu sejarah ...

IN MEMORIAM HASAN TIRO

Innalilillahiwainnailaihirajiun. Semua milik Allah, dan hanya kepada N ya semua makhluk akan kembali!  Cuaca di Banda Aceh tak sepanas biasanya. Kamis (3/6), langit Aceh begitu teduh, damai, mendung meski tak turun hujan. Kondisi ini mengingatkan kita kejadian pada 22 Januari 2001 silam, saat Teungku Abdullah Syafie meninggal dunia, di mana alam Aceh begitu damai, seperti tak terjadi apa-apa. Kini, kondisi yang sama juga terulang. Alam seperti memberi tanda bahwa Aceh kembali kehilangan seorang tokoh berpengaruh. Dan tepat pukul 12.15 WIB, Teungku Hasan Tiro , pria yang dikenal Wali Nanggroe menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) setelah sekian lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Pelayat berdoa untuk (Alm) Tgk Hasan Tiro/Suparta Kematian memang tak bisa ditolak siapa pun. Tidak juga oleh sosok pria kelahiran Tanjung Bungong 83 tahun silam ini. Hasan Tiro sudah memenuhi janji TuhanNya, bahwa kematian adalah s...

Mengenal Malik Mahmud, Sang Pemangku Wali (1)

Malik Khaidir Mahmud.  Demikianlah nama asli beliau. Seorang tokoh elit eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dikenal dekat dengan Wali Nanggroe, Hasan Tiro. Tokoh yang satu ini memang sungguh unik, tertutup dan sangat berhati-hati dalam berbagai isu yang menyangkut akan latar belakang dan riwayat hidupnya. Sehingga tidak diperoleh catatan yang jelas apa dan siapa Malik Mahmud tersebut. Sementara itu, arah politik Aceh pasca penandatanganan MoU Helsinki, menjadikan tokoh ini begitu populer sebagai Perdana Menteri GAM yang “berhasil” membawa perdamaian ke Aceh melalui jalur politik. Hingga saat ini, tidak ada catatan yang jelas mengenai siapa sebenarnya Malik Mahmud ini. Dari mana ia berasal, kompetensinya dalam karir yang digelutinya selama ini, catatan pendidikan dan pengalaman pekerjaan, keluarga, anak dan istri serta hal-hal lain yang terasa gelap bagi masyarakat Aceh tentang sosok yang disebut-sebut akan menjadi figure pemersatu bagi rakyat Aceh. Riwayat Keh...